Rabu, 21 November 2012

Meniti Tangga Menuju Syurga




Malam ke empat kunikmati udara malam di sekitar pantai camplong madura, menikmati sensasi angin yang bertiup halus menyentuh kulit serta kesunyian malam yang membawa kedamaian dan ketenangan bagi jiwa, ditemani segelas kopi susu panas yang ku pesan dari dapur hotel, hmmm selama beberapa hari ini didalam training kewirausahaan yang ku berikan bersama tim trainer yang lain, aku pun banyak berbagi tentang terapi syukur yang menjadi salah satu menu utama quantum life dengan para trainer satu tim, para panitia penyelenggara serta beberapa orang tuan rumah. berbicara syukur saya teringat sebuah cerita yang dikirim oleh seorang sahabat, cerita yang sungguh menampar dimensi kesadaran jiwaku dan membuatku malu merasa diri sebagai hamba yang mampu bersyukur.

Ini adalah tentang kisah seorang mahasiswa yang berusaha untuk tetap Istiqomah menjadi seseorang yang taat pada aturan. Untuk istiqamah itu perlu keyakinan kuat, sebab, istiqamah itu berat. Akan banyak cobaan yang menghampiri, tapi Allah Swt Mahaadil. Dia sudah menyediakan ganjaran surga bagi orang-orang yang mampu istiqamah dalam kebaikan, walaupun kebaikan itu kerap disepelekan. Semakin berat sebuah amal, semakin besar pula ganjarannya. Ada kisah tentang seorang mahasiswa yang berusaha istiqamah menjalankan nasihat dosennya. Tidak muluk-muluk, pak dosen meminta dia agar "taat berlalu lintas", tidak sembarangan memberhentikan angkot, tidak menyebrang kecuali di zebra cross atau di jembatan penyebrangan, membawa SIM dan STNK kalau membawa kendaraan sendiri, pakai helm kalau naik motor, memasang safety belt kalau naik mobil pribadi, tidak merokok di dalam angkot, plus tidak membuang sampah di jalan. Agak aneh memang, terlebih untuk zaman sekarang. Ada dosen yang "iseng" menyuruh taat berlalu lintas, dan ada mahasiswa yang menurut seratus persen. Padahal, di kampusnya pak dosen ini mengajar mata kuliah psikologi dan kedokteran yang selintas tidak ada hubungannya dengan lalu lintas. Namun, itulah kenyataannya. Hingga kenyataan pun membuktikan, mahasiswa ini berusaha istiqamah dalam taat berlalu lintas. Walaupun terlihat ringan, praktiknya tidak seringan yang dikatakan. Ada saja ujiannya. Bagaimana tidak, dia dituntut untuk melawan arus serta kebiasaan masyarakat yang tingkat kesadaran serta kepedulian belalu-lintasnya belum begitu bagus. Benar saja, saat hendak menyebrang di salah satu zebra cross, mahasiswa ini mengalami kecelakaan, dia tertabrak mobil. Badannya penuh luka, darah mengucur dari sana sini, dia pun langsung pingsan ditempat kejadian. Dan rumah sakit pun menjadi tempat tinggalnya untuk sementara. Selesaikah urusan ? Tentu tidak, pihak rumah sakit mendiagnosis bahwa mahasiswa teladan ini mengalami kerusakan ginjal, akibat benturan yang keras, sehingga salah satu ginjalnya harus diangkat. Semua tertegun. Orang tuanya hanya bisa menangis, tapi begitulah Allah Swt. telah menggariskan takdir yang lain. Proses pengangkatan ginjal pun berjalan lancar. Mahasiswa ini selamat hingga diperbolehkan untuk pulang. Bagaimana dengan biaya rumah sakit? Sungguh mahal. Orangtuanya yang berpenghasilan pas-pasan tidak sanggup untuk membayarnya. Namun entah apa yang terjadi, pihak rumah sakit membebaskan semua biaya perawatan sang mahasiswa. Allah Swt. telah membayarkannya. Dia pun bisa pulang dengan satu ginjal. Apa yang dikatakan anak mahasiswa ini saat pak dosen menjenguknya ? tanpa mengeluh dan dengan wajah cerah dia berkata, "Andai kedua ginjal saya diangkat, tentu sekarang saya sudah berada di surga ya pak ?" Pak dosen tak kuat menahan tetesan bulir-bulir air mata karena terharu dan takjub akan kebesaran jiwa mahasiswanya tadi. Dia hanya bisa menjawab "iya!" Semua yang hadir tampak tertegun. Dia pun berkata lagi, " Pak, saya tidak menyesali apa yang telah saya lakukan. Boleh jadi, inilah kasih sayang Allah kepada saya karena berusaha istiqamah menjalankan kebaikan, walaupun kecil. Saya bersyukur, satu ginjal saya sudah berada di surga. Tinggal satu ginjal lagi yang masih ada. Saya harus berusaha mengantarkan ginjal yang tinggal satu ini ke tempat pasangannya berada" 

Bersyukurlah! Bagi orang-orang yang bersyukur baginya setiap tempat adalah syurga, setiap waktu adalah hari raya dan setiap kejadian serta fase kehidupan adalah anugerah terindah, dia akan selalu merasa bahagia bahkan musibah pun akan dirasakannya sebagai sesuatu yang sangat membahagiakan...

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu, Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar …
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit, Di masa itulah kamu tumbuh …
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu, Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang …
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru, Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu …
Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat, Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga …
Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih, Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan …

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik, Namun sungguh indah bila kitapun mampu tetap bersyukur diwaktu surut,  Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut.

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif, Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagim, karena syukur akan mengubahmu secara ajaib menjadi pribadi terbaik, membuatmu mampu memiliki potensi terbaik dan mendapatkan kehidupan terbaik, saat kau mampu untuk senantiasa bersyukur bersyukur maka niscaya bagimu setiap tempat adalah syurga, setiap waktu adalah hari raya dan setiap fase kehidupan adalah anugerah terindah yang senantiasa membuatmu bahagia  …


Salam, 
Pesisir Pantai Camplong
Madura 7 Juni 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar