Rabu, 21 November 2012

Antara kita,iblis dan Tuhan




Tiba2 si pandir mendatangiku dan memberiku sebuah pertanyaan...

Siapakah mahluk paling hina didunia ini,siapakah mahluk paling mulia di dunia ini dan siapakah Sang Maha Agung?

kujawab sambil tertawa,sungguh peryanyaan konyol,bercanda kmu toh...
tentu saja iblis beserta para anteknyalah mahluk yang palng hina dan dihinakan karena kesombongannya dan perbuatannya menggoda manusia,dan kitalah mahluk yang paling muliayang Allah muliakan diberi kedudukan sebagai khalifah di muka bumi,dan Allah lah satu2 nya Yang Maha Agung,Maha Bear dan Maha segalanya.
Si pandir manggut lalu bertutur :

Setiap iblis akan melakukan perannya sebagai penyesat jalan manusia iblis selalu meminta izin Tuhan,dalam setiap helaan nafasnya iblis selalu menyertakan Tuhan,dalam setiap gerak langkahnya iblis selalu meminta izin pada Tuhan,padahal dia diberikan tempat yang paling hina oleh Tuhan,

namun kita yang diberikan posisi paling tinggi,kesempurnaan akal,nyaris jarang sertakan Tuhan..

Sehari lebih dari 100 kali kita mengucapkan kalimah takbir (Allah Maha besar),seharusnya itu adalah pembuktian atas keyakinan kita bahwa Tuhan itu lebih besar dari apapun,lebih besar dari masalah kita,lebih besar dari jabatan kita,lebih besar dari ketakutan kita,lebih besar dari ego dan kehendak kita,namun tanpa kita sadari justru kita merasa diri lebih besar dari Tuhan,masalah kita dianggap lebih besar dari Tuhan terbukti dengan segala keluh kesah,hujatan,cacian,tangisan dan keputus asaan kala sesuatu yang tidak sesuai dengan ego dan hasrat kita terjadi.

kemalasan kita jauh lebih besar daripada Tuhan,terbukti seringkali kita melalaikan amanah dan panggilan Tuhan dengan membuat berbagai alasan pembenaran.

harapan kita pada sesama jauh lebih besar daripada harapan kita pd-Nya,rasa terimakasih kita pada orang yang menyenangkan kita lebih besar dari pada rasa syukur kita kepadanya atas samudera kenikmatan yang senantiasa dicurahkan-Nya pd kita.

dan lebih banyak lagi sikap kita yang menjadikan Tuhan dan segala kuasa-Nya lebih kecil dari diri dan kehidupan kita...

wallaahu a'lam, ini pengakuan diri saya manusia paling sombong yang merasa lebih besar dari Tuhan, manusia paling munafik yang seringkali ucapan tak sesuai dengan kenyataan...

aku tau dosaku lebih berat daripada 7 petala langit dan bumi, namun kuyakin kasih sayang dan ampunan-Mu bagi hamba2 yang ingin kembali pulang kepada-Mu membuat semua dosaku bagaikan setitis air di samudra tanpa tepi.

Kamis terakhir september 2012
Pondok Cemara 317

Tidak ada komentar:

Posting Komentar